• metode ceramah
Metode ceramah adalah sebuah bentuk interaksi melalui penerangan dan penuturan
secara lisan oleh seorang guru terhadap kelasnya. Dalam pelaksanaan ceramah
untuk menjelaskan urainnya, guru dapat menggunakan alat-alat bantu, seperti
gambar- gambar dan yang paling utama adalah bahasa lisan. Metode ceramah adalah
metode mengajar yang sampai saat ini masih mendominasi atau paling banyak di
gunakan guru dalam dunia pendidikan.
• metode Tanya jawab
Metode tanya jawab ialah cara penyajian pelajaran dalam bentuk pertanyaan yang
harus dijawab, terutama dari guru ke siswa dan begitu juga sebaliknya. Metode
ini banyak digunakan dalam proses belajar mengajar, baik di lingkungan
keluarga, masyarakat maupun sekolah. Dan metode ini merupakan salah satu teknik
mengajar yang dapat membantu kekurangan- kekurangan pada metode ceramah,
dikarenakan apabila suatu penjelasan guru yang belum dimengerti, maka
siswa/anak didik dapat langsung menanyakan pada guru.
• metode diskusi
Muhibbin Syah ( 2000 ), mendefinisikan bahwa metode diskusi adalah metode
mengajar yang sangat erat hubungannya dengan memecahkan masalah (problem
solving). Metode ini lazim juga disebut sebagai diskusi kelompok (group
discussion) dan resitasi bersama (socialized recitation). Metode diskusi dapat
pula diartikan sebagai siasat “penyampaian” bahan ajar yang melibatkan peserta
didik untuk membicarakan dan menemukan alternatif pemecahan suatu topik bahasan
yang bersifat problematis. Guru, peserta didik atau kelompok peserta didik
memiliki perhatian yang sama terhadap topik yang dibicarakan dalam diskusi.
• metode pemberian tugas belajar (resitasi)
Metode pemberian tugas adalah suatu cara dalam proses belajar mengajar di mana
guru memberi tugas tertentu dan murid mengerjakannya, kemudian tugas tersebut
dipertanggung jawabkan kepada guru. Dalam hal ini guru memberikan tugas pada
murid untuk maju ke depan kelas untuk mendemonstrasikan apa yang diajarkan
guru. Dalam pendidikan agama sering digunakan metode ini terutama dalam hal
yang bersifat praktis, sehingga siswa mempunyai gambaran yang jelas tentang
materi pelajaran yang telah diterimanya.
• metode demontrasi dan eksperimen
Metode Demostrasi atau praktik adalah metode mengajar yang menggunakan peragaan
untuk memperjelas suatu pengertian atau untuk memperlihatkan bagaimana
melakukan sesuatu kepada anak didik. Metode ini digunakan untuk mendapatkan
gambaran yang lebih jelas tentang hal-hal yang berhubungan dengan proses yang
bersifat praktis, misalnya : Bagaimana cara yang benar dalam melaksanakan
ibadah sholat, baik cara memulai, mengerjakan maupun cara mengakhiri shalat
serta apa saja yang disunnahkan dan membatalkannya.
• metode sosiodrama dan bermain peran
Metode ini menampilkan symbol-simbol atau peralatan yang menggantikan proses
kejadian atau benda yang sebenarnya. Metode ini adalah suatu cara penguasaan
bahan pelajaran melalui pengembangan dan penghayatan anak didik. Metode yang
melibatkan interaksi antara dua siswa atau lebih tentang suatu topik atau
situasi. Siswa melakukan peran masing-masing sesuai dengan tokoh yang ia
lakoni, mereka berinteraksi sesama mereka.
• metode karyawisata
Menurut Djamarah (2000:105), pada saat belajar mengajar siswa perlu diajak ke
luar sekolah, untuk meninjau tempat tertentu atau obyek yang lain. Hal itu
bukan sekedar rekreasi tetapi untuk belajar atau memperdalam pelajarannya
dengan melihat kenyataannya. Karena itu, dikatakan teknik karya wisata, yang
merupakan cara mengajar yang dilaksanakan dengan mengajak siswa ke suatu tempat
atau obyek tertentu di luar sekolah untuk mempelajari atau menyelidiki sesuatu
seperti meninjau pegadaian. Banyak istilah yang dipergunakan pada metode karya
wisata ini, seperti widya wisata, study tour, dan sebagainya. Karya wisata ada
yang dalam waktu singkat, dan ada pula yang dalam waktu beberapa hari atau
waktu panjang. Metode karyawisata adalah metode pembelajaran yang mengajak
siswa untuk mengunjungi obyek-obyek dalam rangka untuk menambah dan memperluas
wawasan obyek yang dipelajari tersebut ( sesuai dengan bidangnya). Misalnya
untuk pelajaran pendidikan geografi siswa dapat diajak ke obyek pemukiman
transmigrasi atau obyek morfologi. Untuk pelajaran pendidikan sejarah, siswa
dapat diajak ke situs sejarah. Untuk pelajaran pendidikan ekonomi siswa dapat
diajak mengunjungi pabrik, atau obyek kegiatan ekonomi.
• Metode Test
Ialah metode mengajar dengan jalan memberikan tes kepada anak – anak untuk
mengetahuikemampuan anak dalam suatu kegiatan pelajaran. Biasanya dilakukan
setelah sesuatu bahan pelajaran diberikan kepada anak-anak tes disusun dengan
bentuk tes objektif, tes diberikan kepada semua anak dengan bahan yang sama.
• Metode Drill
Metode mengajar dengan mempergunakan latihan-latihan secara intensif dan
berulang- ulang adalah memberikan latihan tertulis kepada anak karena bahan pelajaran
baru sedikit sedang waktu ujian semakin mendekat.
• Metode Infiltrasi
Metode ini disebut juga metode susupan, selipan maksudnya antipati atau jiwa
ajaran tertentu diselipkan atau diselundupkan kedalam sesuatu. Mata pelajaran
pada waktu guru menerangkan pelajaran tersebut misalkan jiwa agama kita
selipkan pada waktu mengajar umum.
• Metode Gotong Royong
Metode gotong royong ialah metode yang dilakukan dengan bekerja sama antara
beberapa orang anak untuk menyelesaikan suatu tugas atau masalah. Metode ini
disebut juga metode kelompok atau metode berregu dan metode kelompoknya disebut
studi club, studi grup.
• Metode Survey
Metode yang dilakukan dengan mengadakan penelitian suatu masalah dengan
mengmpulkan data-data yang diperlukan dan langsung terjun kemasyarakat.
• Metode Wawancara
Metode yang dilakukan dengan mengadakan tanya jawab atau wawancara antara kedua
pihak yang langsung berhadapan muka.
• Metode Problem Solving
Metode yang digunakan dengan cara langsung menghadapi masalah mengetahui dengan
sejelas-jelasnya dan menemukan kesukaran- kesukarannya sehingga dapat
dipecahkan.
• Metode Proyek
Prinsipnya usaha dengan metode problem solving hanya lebih kompleks sebab
dilakukan dengan metode survey, wawancara, metode kelompok. Satu kelompok
dibagibagi dalam beberapa unit.
• Metode Dikte
Metode yang dilakukan dengan jalan mendekte pelajaran (kuliah) untuk dicatat
oleh murid, metode ini lazim dipaki perguruan tinggi.
C. Prinsip – Prinsip Umum Yang Mendasari Metode
Mengajar
Faktor- factor yang mempengaruhi proses dan hasil belajar :
1. Faktor raw input (yakni factor murid / anak itu sendiri )
dimana tiap anak memiliki kondisi yang berbeda- beda dalam kondisi
fisiologi dan kondisi psikologis
2. Faktor environmental input (yakni factor lingkungan) ,
baik itu lingkungan alami maupun lingkungan social
3. Faktor instrumental input, yang didalamnya antara lain
terdiri dari:
a. Kurikulum
b. Program atau bahan pengajaran
c. Sarana dan fasilitas
d. Guru( tenaga Pengajar)
Adapun uraian mengenai factor –faktor yang mempengaruhi proses dan hasil
belajar adalah:
• factor dari luar
factor dari luar terdiri dari:
a. factor environ mental input ( Lingkungan)
Kondisi lingkungan juga dipengaruhi proses dan hasil belajar. Lingkungan fisik/
alami termasuk didalamnya adalah seperti keadaan suhu, kelembaban, kepengapan
udara, dan sebagainya, lingkungan social, baik yang berwujud manusia maupun
hal- hal lainnya, juga dapat mempengaruhi proses dan hasil belajar.
b. Faktor- factor Environ mental
Faktor- factor environ mental adalah factor yang keberadaan dan penggunaannya
dirancangkan sesuuai hasil belajar yang diharapkan
• Faktor dari dalam
Factor dari dalam adalah kondisi individu atau anak yang belajar itu sendiri,
factor individu dapat dibagi menjadi dua bagian :
a. kondisi fisiologis anak
Secara umum kondisi fisiologis, seperti kesehatan yang prima, tidak dalam
keadaan capek, tidak dalam keadaan cacat jasmani, seperti kakinya atau
tangannya (karena ini akan menggangggu kondisi fisiologis) dan sebagainya, akan
sanagat membantu dalam proses dan hasil belajar. Karena pentingnya penglihatan
dan pendengaran maka dalam lingkungan pendidikan formal, orang melakukan
berbagai penelitian untuk menemukan bentuk dan cara menggunakan alat peraga
yang dapat dilihat sekaligus didengar ( audio visual aids)
b. kondisi psikologis
sebagaimana diuraikan terdahulu mengenai dasar-dasar psikologis belajar
dimana sikap manusia atau anak didik pada dasarnya memiliki kondisi psikologis
yang berbeda-beda (terutama dalam hal kadar bukan dalam hal jenis), maka sudah
tentu ( perbedaan-perbedaan itu sangat mempengaruhi proses dan hasil
belajar. Beberapa factor psikologis yang dianggap utama dalam hal mempengaruhi
proses dan hasil belajar :
• minat
• kecerdasan
• motivasi
• kemampuan-kemampuan kognitif
D. Pemanfaatan Media Dan Sumber Belajar
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi , khususnya teknologi informasi sangat
berpengaruh terhadap penyusunan dan implementasi strategi pembelajaran. Dalam
suatu proses komunikasi selalu melibatkan tiga komponen pokok yaitu:
• komponen pengirim pesan (guru)
• komponen penerima pesan (siswa) dan
• komponen pesan itu sendiri yang biasanya berupa materi
pelajaran.
E. Konsep Dasar Media
Secara umum media merupakan kata jamak dari “medium” yang berarti perantara
atau pengantar, kata media berlaku untuk berbagai kegiatan usaha, seperti media
dalam penyampaian pesan, media pengantar magnet atau panas dalam bidang teknik.
Namun demikian, media bukan hanya berupa alat atau bahan saja, akan tetapi
hal-hal lain yang menemukan siswa dapat memperoleh pengetahuan.
Menurut Gerlach secara umum media itu meliputi orang, bahan, peralatan, atau
kegiatan yang menciptakan kondisi yang memungkinkan siswa memperoleh
pengetahuan. Keterampilan dan sikap jadi, dalam pengertian media bukan hanya
alat perantara seperti TV, Radio, slide, bahan cetakan, tetapi meliputi orang
atau manusia sebagai sumber belajar atau juga berupa kegiatan sesama, diskusi,
seminar, karya wisata, simulasi dan sebagainya yang dikondisikan untuk menambah
pengetahuan dan wawasan, mengubah sikap atau untuk menambah keterampilan.
a. Pentingnya media pembelajaran
Mengajar dapat di panjang sebagai usaha yang dilakukan guru agar siswa belajar,
sedangkan yang dimaksud dengan belajar itu sendiri adalah proses perubahan
tingkah laku yang diperoleh melalui pengalaman. Pengalaman langsung adalah
pengalaman yang diperoleh dari aktivitas sendiri pada situasi yang
sebenarnya. Bahwa pengalaman belajar yang diperoleh siswa dapat melalui proses
perbuatan atau mengalami sendiri apa yang dipelajari, proses mengamati dan
mendengarkan melalui media tertentu dan proses mendengarkan melalui bahasa
semakin konkrit siswa mempelajari bahan pengajaran. Contohnya melalui
pengalaman langsung maka semakin banyak pengalaman yang diperoleh siswa semakin
abstrak bahasa verbal maka semakin sedikit pengalaman yang akan diperoleh
siswa.
b. Fungsi Dan Manfaat Penggunaan Media Pembelajaran
• menangkap suatu objek atau peristiwa – peristiwa tertentu
• memanipulasi keadaan, peristiwa, atau objek-objek tertentu
• menambah gairah dan motivasi belajar siswa
Penggunaan media dapat menambah motivasi siswa sehingga perhatian siswa
terhadap materi pembelajaran dapat lebih meningkat. Dalam kondisi ini media
dapat berfungsi :
• Menampilkan objek yang terlalu besar untuk dibawa kedalam
kelas
• Memperbesar serta memperjelas objek yang terlalu kecil yang
sulit dilihat oleh mata telanjang, seperti sel-sel butir, darah/ molekul
bakteri dan sebagainya.
• Mempercepat gerekan suatu proses yang terlalu lambat
sehingga dapat dilihat dalam waktu yang lebih cepat.
• Memperlambat proses gerakan yang terlalu cepat
• Menyederhanakan suatu objek yang terlalu kompleks
• Memperjelas bunyi-bunyian yang sangat lemah sehingga dapat
ditangkap oleh telinga.
c. Macam- macam Media Pembelajaran
• media auditif, yaitu media yang hanya dapat di dengar
saja atau media yang hanya memiliki unsur suara, seperti radio, dan rekaman
suara.
• Media visual, yaitu media yang hanya dapat dilihat saja,
tidak mengandung suara
• Media audiovisual yaitu jenis media yang selain mengandung
suara juga mengandung unsur gambar yang bisa dilihat misalnya, rekaman Vidio,
berbagai ukuran film, slide suara, dan lain sebagainya.
d. Prinsip- prinsip Penggunaan Media
Prinsip pokok yang harus diperhatikan dalam penggunaan media pada setiap
kegiatan belajar mengajar adalah bahwa dalam upaya memahami materi
pelajaran. Agar media pembelajaran benar-benar digunakan untuk
membelajarkan siswa maka ada sejumlah prinsip yang harus diperhatikan,
diantaranya:
• Media yang digunakan oleh guru harus sesuai dan diarahkan
untuk mencapai tujuan pelajaran
• Media yang akan di gunakan harus sesuai dengan materi pembelajaran
• Media pembelajaran harus sesuai dengan minat, kebutuhan,
dan kondisi siswa
• Media yang akan digunakan harus memperhatikan efektivitas,
dan efesien
• Media yang digunakan harus sesuai dengan kemampuan guru
dalam mengoperasinya.
e. Sumber Belajar
Yang dimaksud dengan sumber belajar adalah segala sesuatu dapat dimanfaatkan
oleh siswa untuk mempelajari bahan dan pengalaman belajar sesuai dengan tujuan
yang hendak dicapai dalam proses penyusunan perencanaan program pembelajaran.
guru perlu menetapkan sumber apa yang dapat digunakan oleh siswa
agar mereka dapat mencapai tujuan yang telah ditentukan. Beberapa sumber
belajar yang bisa dimanfaatkan oleh guru khususnya dalam setting proses
pembelajaran didalam kelas di antaranya adalah:
• Manusia sumber
• Alat dan bahan pengajaran
• Berbagai aktivitas dan kegiatan
• Lingkungan atau setting
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Metode mengajar adalah suatu pengetahuan tentang cara- cara mengajar
dipergunakan oleh seorang guru atau instruktur, metode mengajar yang digunakan
untuk menyampaikan informasi berbeda dengan cara yang ditempuh untuk
memantapkan siswa dalam menguasai pengetahuan keterampilan dan sikap setiap
guru perlu mengetahui dan memahami tentang taraf kematangan dan taraf kesedian
belajar seorang siswa. Dengan demikian, dia akan mudah menentukan metode
mengajar apa yang akan dipergunkannya
Dalam proses penyusunan perencanaan program pembelajaran guru perlu menetapkan
sumber apa saja yang dapat digunakan oleh siswa agar mereka dapat mencapai
tujuan yang telah ditentukan. Dalam proses pembelajaran yang dianggap modern
sesuai tuntutan standar proses pendidikan dan sesuai dengan perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi khususnya teknologi informasi , sumber belajar yang
bisa dimanfaatkan oleh guru khususnya dalam setting antara lain.
a. usia sumber
b. Alat dan bahan pengajaran
c. Berbagai aktivitas dan kegiatan
d. Lingkungan atau setting
DAFTAR PUSTAKA
Ahmadi Abu H. Drs, (2005) Strategi Belajar Mengajar, Bandung: Armico.
Depag RI, Stategi Belajar Mengajar , Dirjen Bimbingan Islam, Jakarta. 1994 hal
139
Mansyur. H. Drs, (1991), Strategi Belajar Mengajar, Jakarta: Universitas
Terbuka
Sanjaya Wina, Dr. (2006) Strategi Pembelajaran, Jakarta: Kencana
Sudirman, N, Drs, dkk, Ilmu Pendidikan, Rosdakarya, Bandung:Rosdakarya 1991),
hal.119
Nasution, S, (1989), Kurikulum dan Pengajaran, Bandung: Bina Aksara.
Zakiah Daradjat, Metode Khusus Pengajaran Agama Islam,( Jakarta: Bumi
Aksara,1995),
Tidak ada komentar:
Posting Komentar